Kista Dermoid, Dari Segi Pengertian serta Penanganannya

Dilansir dari Hellosehat, kista merupakan sebuah benjolan yang menyerupai kapsul tertutup atau kantong berisi cairan yang bisa saja muncul di permukaan kulit atau tumbuh sangat dalam di bagian bawah kulit, bahkan bisa muncul yang Anda sendiri tidak dapat merasakannya.

Kista termasuk sebuah jenis tumor yang jinak dan tidak menyebabkan kanker, tetapi bisa menimbulkan gejala dari keluhan apabila ukurannya semakin besar.

Dari sekian banyaknya jenis kista yang ada, kista dermoid mungkin termasuk kista yang jarang Anda dengar. Karena kista ini tergolong cukup unik yang berbeda dengan kista pada umumnya. Penasaran dengan kista jenis ini? Yuk, cari tahu tentang kista dermoid lebih lanjut pada artikel ini.

Jadi, apakah itu kista dermoid?

Mungkin kita yang masih pertama kali mendengar kista ini akan bertanya-tanya apa kista dermoid itu. Oleh karena itu, pertama-tama mari kita bahas pengertian kista dermoid terlebih dahulu.

Kista dermoid merupakan jenis kista yang umumnya terbentuk serta berkembang dari pertumbuhan jaringan yang tidak normal. Benjolan kista jenis ini biasanya berisi cairan bening, nanah, atau gas. Sangat berbeda dengan kista biasa, kista dermoid tersusun dari berbagai struktur jaringan rambut, gigi, saraf, kelenjar kulit, serta sel-sel lemak. 

Kista ini bisa saja muncul sejak lahir maupun pada masa pertumbuhan secara perlahan dengan tekstur yang bisa dikatakan tidak lunak atau bahkan cenderung keras. Biasanya akan muncul pada permukaan kulit atau di bagian dalam lapisan kulit. Bahkan bisa muncul di area wajah, otak, indung telur, dan tulang belakang. Terdengar menyeramkan, bukan?

Lalu, apa saja penyebab munculnya kista dermoid?

Dikutip dari Alodokter, kista dermoid pada umumnya terbentuk akibat susunan kulit yang tidak tumbuh secara normal pada masa perkembangan janin. Adapun struktur kulit yang biasanya berisi akar rambut, kelenjar minyak dan kelenjar keringat seharusnya berada di lapisan luar pada kulit. Akan tetapi, pada penderita kista ini struktur tersebut justru membentuk kista pada bagian dalam kulit.

Kelenjar serta jaringan yang ada di dalam kista tersebut akan terus mengeluarkan cairan. Hal inilah yang akan menyebabkan kista dermoid akan tumbuh dan semakin membesar.

Untuk pengobatan kista dermoid dapat dilakukan beberapa langkah yang bisa menjadi pilihan Anda.

Pengobatan ini bertujuan untuk menghilangkan kista secara keseluruhan. Namun, perlu diperhatikan bahwasannya penanganan kista dermoid harus dilakukan oleh dokter. Sementara untuk penanganan yang dilakukan secara mandiri tidak dianjurkan karena berisiko tinggi yang dapat menyebabkan infeksi, pendarahan, atau bisa saja kista akan tumbuh kembali.

Biasanya dokter akan mengatasi penyakit ini dengan cara operasi pengangkatan kista. Adapun metode operasi yang dilakukan tergantung pada letak tumbuhnya kista tersebut. Untuk kista yang tumbuh di kulit biasanya dokter atau dokter bedah akan melakukan operasi kecil dengan menggunakan obat bius lokal untuk pengangkatan kista.

Sementara penanganan untuk kista dermoid yang tumbuh di dalam rahim, akan dilakukan operasi melalui perut dengan menggunakan teknik khusus bernama laparoskopi dengan sayatan yang lebih kecil.

Maka dari itu, Anda sangat dianjurkan untuk melakukan pencegahan terhadap kista dermoid. Walaupun kista dermoid pada dasarnya tidak dapat dicegah karena penyebab terjadinya yaitu akibat kelainan saat proses perkembangan janin. Namun, kista dermoid dapat dideteksi lebih dini sebelum terjadinya komplikasi. Oleh sebab itu, segeralah melakukan pemeriksaan ke dokter apabila muncul benjolan pada bagian tubuh.

Pemeriksaan secara rutin yang dilakukan dapat mendeteksi lebih awal kista dermoid yang bisa saja tumbuh di bagian dalam kulit. 

Sekian pembahasan mengenai pengertian kista dermoid serta cara yang dapat dilakukan untuk pencegahan dan penanganannya. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *